Dr. Salim mengklaim bahwa PKS sudah memandang Pancasila dan Undang-Undang Dasar sebagai final, dan saatnya Indonesia bersiap untuk bersaing secara internasional. Ia juga mengajak untuk berhenti saling menyalahkan dan fokus pada upaya untuk menciptakan Indonesia yang adil dan makmur.

Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. Salim Aljufri, didampingi Ketua DPW PKS Sulteng, Muhammad Wahyuddin, Ketua MPW, Mahmud Yunus, Ketua DSW, Nurdin Hanafi dan Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag, MH saat berdialog dengan tokoh masyakat di Kota Palu. (Foto: dok. DPW PKS Sulteng)

Meskipun ada pandangan yang berbeda tentang PKS, baik sebagai partai agamis nasionalis maupun sebagai partai yang rahmatan lil aalamin, Dr. Salim berusaha menjelaskan bahwa PKS selalu berusaha menjadi yang terdepan dalam menangani bencana dan memiliki peran penting dalam masyarakat.

Dalam sesi dialog usai makan malam, tokoh yang diundang meminta penjelasan tentang dinamika politik nasional terkini dan peran PKS dalam koalisi perubahan. Dr. Salim juga menjawab pertanyaan mengenai masalah Rembang dan Pohuwato serta peran PKS saat ini.

Tokoh yang hadir menghargai sikap konsisten PKS dalam beberapa isu, termasuk sebagai oposisi yang berkontribusi untuk menjaga kesehatan atmosfer demokrasi di Indonesia serta dukungan terhadap ulama dan masyarakat. (mrh)