Sesampainya di Palu, keluarga berencana langsung membawa jenazah ke Desa Bangga, tempat tinggal istri almarhum, untuk dimakamkan di sana.

Keputusan ini didasarkan atas kesepakatan keluarga besar, termasuk pihak dari Purworejo, mengingat Situr meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang kini berdomisili di Bangga.

“Pemakaman di kampung halaman istrinya dipilih sebagai bentuk penghormatan terakhir,” tambah Heru.

Sementara itu, keluarga juga meminta kepada masyarakat untuk menghormati privasi mereka dengan tidak menyebarkan foto jenazah yang bisa memperburuk trauma bagi anak-anak dan keluarga.

“Kami mohon foto suami saya tidak disebarluaskan. Kasihan anak-anak saya,” ucap Selvi, istri Situr.

Hingga kini, keluarga masih menunggu hasil autopsi. Jika hasil menunjukkan faktor medis, keluarga ikhlas menerima, tetapi jika ditemukan indikasi pelanggaran hukum, mereka akan mendukung investigasi penuh hingga kasus ini terungkap.