Palu, Sultengekspres.com — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan secara sederhana namun penuh makna oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tengah.
Memeriahkan momentum kemerdekaan, Dinas Pangan Sulteng menggelar sejumlah kegiatan kebersamaan, mulai dari berbagi ratusan kilogram tomat secara gratis kepada masyarakat hingga lomba memasak nasi goreng yang diikuti keluarga besar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan dinas.
Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi semangat program unggulan Gubernur Sulawesi Tengah, BERANI—Berdaya, Ekonomis, Rasional, Adil, Nasionalis, dan Inovatif—khususnya dalam mendorong kemandirian, kepedulian sosial, kebersamaan, dan ketahanan pangan.
ASN Laki-Laki Turun ke Dapur
Pada Selasa (18/8), suasana berbeda terlihat di lingkungan Dinas Pangan Sulteng. Para pegawai laki-laki turun langsung ke dapur mengikuti lomba memasak nasi goreng.
Peserta dibagi berdasarkan unit kerja, yakni Sekretariat, Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, serta Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan.
Kepala Dinas Pangan Sulteng, Dr. Rohani Mastura, M.Si., mengatakan lomba tersebut tidak sekadar menjadi hiburan dalam rangka memperingati HUT RI, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan kolaborasi antarbidang.
“Melalui lomba sederhana ini, kami ingin menumbuhkan semangat kolaborasi. Karena membangun ketahanan pangan yang kuat tidak bisa dilakukan sendiri, butuh kerja sama dari seluruh elemen, mulai dari perencanaan, ketersediaan, distribusi, hingga penganekaragaman konsumsi,” ujar Rohani.
Ratusan Kilogram Tomat Dibagikan Gratis
Semangat berbagi sebelumnya telah dilakukan pada Minggu (16/8) dalam kegiatan Car Free Day di kawasan pusat Kota Palu.
Jajaran Dinas Pangan Sulteng turun langsung ke tengah masyarakat dan membagikan ratusan kilogram tomat secara gratis kepada warga yang berolahraga maupun beraktivitas di kawasan tersebut.
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata upaya memperluas akses masyarakat terhadap pangan yang aman, bergizi, sekaligus terjangkau.
Bagi Dinas Pangan Sulteng, distribusi hasil pertanian secara langsung kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem ketahanan pangan yang merata dan berkeadilan.
Tegaskan Tidak Gunakan APBD
Rohani menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan inisiatif internal keluarga besar Dinas Pangan Sulteng.
Ia memastikan kegiatan berbagi tomat maupun lomba memasak nasi goreng tidak menggunakan anggaran negara maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Perlu kami sampaikan secara terbuka bahwa kegiatan berbagi tomat gratis maupun lomba masak nasi goreng ini murni 100 persen inisiatif bersama dari keluarga besar Dinas Pangan Provinsi Sulteng. Seluruh biaya yang dikeluarkan berasal dari dana pribadi para pegawai, bukan satu rupiah pun diambil dari keuangan negara atau anggaran daerah,” tegasnya.
Menurut Rohani, sikap tersebut merupakan bagian dari semangat BERANI, yakni membangun kepedulian dan kemandirian melalui gotong royong tanpa membebani masyarakat maupun keuangan daerah.
Dorong Kemandirian Pangan
Rangkaian kegiatan tersebut juga dinilai sejalan dengan visi pembangunan ketahanan pangan Sulawesi Tengah yang berkelanjutan.
Setidaknya terdapat tiga pesan utama yang ingin diperkuat, yakni penganekaragaman pangan, pemerataan distribusi pangan, dan kemandirian pangan masyarakat.
Lomba nasi goreng menjadi gambaran sederhana bahwa pengolahan pangan dapat dilakukan secara kreatif, murah, dan bergizi. Sementara pembagian tomat secara gratis menunjukkan pentingnya memperpendek akses antara hasil pertanian dan masyarakat sebagai konsumen.
Rohani berharap kegiatan sederhana yang dilakukan dalam momentum HUT RI ke-81 tersebut dapat menginspirasi instansi pemerintah, kelompok tani maupun masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong dalam bidang pangan.
“Semoga langkah kecil ini dapat menjadi pemantik bagi instansi lain, bagi kelompok tani, maupun masyarakat luas. Mari kita wujudkan kemerdekaan yang sesungguhnya, yaitu mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Semangat BERANI harus tercermin dalam tindakan nyata,” pungkas Rohani.





Tinggalkan Balasan