Hasil itu turun karena tahun lalu mendapat 489,8 miliar rupiah. Pendapatan ini bersumber dari berbagai bisnis milik mereka. Mulai dari sewa menara BTS dan jaringan fiber optik 275 miliar rupiah, televisi kabel 199,7 miliar rupiah.

Karena kasus Sultan Rif’at, saham miliki mereka menjadi anjlok. Anjloknya saham ini karena kabel milik mereka mencelakakan seorang mahasiswa bernama Sultan Rifat. Meskipun Bali Tower memiliki keuntungan besar, akibat kasus ini keuntungannya menurun. (anam)