“Untuk pendapatan daerah 2026 ditargetkan sebesar Rp. 1.711.486.731.571. PAD ditargetkan sebesar Rp. 635.068.884.233. Pendapatan transfer ditargetkan Rp 1.071.736.722.338. Lain-lain pendapatan daerah yang sah ditargetkan sebesar Rp 4.681.125.000,” ujarnya.

Sementara untuk belanja daerah di tahun anggaran 2026, Eka Kumalasari mengatakan, Pemkot telah menargetkan sebesar Rp. 1.710.486.731.571, yang terdiri dari belanja operasi sebesar Rp. 1.561.199.599.809,22. Belanja modal Rp. 146.287.131.761,78. Belanja tidak terduga Rp3.000.000.000.

Sedangkan untuk pembiayaan daerah tahun anggaran 2026 ditargetkan sebesar Rp. 1.000.000.000,00, yang terdiri dari penerimaan pembiayaan nol rupiah, dan pengeluaran pembiayaan Rp. 1.000.000.000,00.

Sebelumnya terkait target PAD Kota Palu, mendapat tanggapan dari anggota DPRD Palu yang juga anggota Bapemperda Arif Miladi. Pasalnya, Asisten III Eka Kumalasari pada paripurna penjelasan walikota terhadap Raperda APBD 2026, mengatakan target PAD Kota Palu tahun 2026 sebesar Rp. 1.807.234.779.997. Namun dalam pembahasan Bapemperda sebesar Rp. 1.711.486.731.571.