Health, sultengekspres.com – Gangguan kesehatan mental di kalangan anak-anak dan remaja semakin menjadi perhatian global. Perasaan terisolasi, kecemasan, dan depresi meningkat pesat, terutama pada usia muda.
Sebuah laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat di tahun 2023 mengungkapkan bahwa 60 persen remaja putri merasa sedih dan putus asa pada tahun 2021.
Kondisi ini bahkan lebih mengkhawatirkan dengan banyaknya penelitian yang menunjukkan peningkatan gangguan mental di berbagai negara.
Pandemi COVID-19 turut memperburuk kondisi ini. Di Melbourne, Australia, sebuah studi menemukan bahwa pandemi hanya menyumbang 25 persen dari laporan kecemasan dan depresi; selebihnya telah ada sebelum pandemi.
Ini menunjukkan bahwa masalah ini adalah persoalan yang telah berkembang sebelum krisis global ini.
Pengaruh Media Sosial
Media sosial menjadi salah satu faktor yang dicurigai berkontribusi pada meningkatnya gangguan mental.
Di Australia, aturan pelarangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun telah diberlakukan, meski efektivitasnya diragukan.
Dr. Susan M. Sawyer, pakar kesehatan anak dan remaja, menekankan perlunya mendukung perkembangan keterampilan mandiri anak agar mereka tidak bergantung pada ponsel dan media sosial.
Ia menyarankan pentingnya menyediakan alternatif yang lebih aman bagi anak-anak.
Faktor Penyebab Gangguan Mental pada Anak
Beberapa pengalaman traumatis yang dapat memicu gangguan mental pada anak meliputi :
- Korban perundungan.
- Menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga.
- Orang tua bercerai atau kehilangan anggota keluarga.
- Sakit berkepanjangan atau pindah lingkungan.
Tanda-Tanda Gangguan Mental pada Anak
Orang tua perlu memperhatikan gejala seperti :
- Kesulitan berkonsentrasi.
- Perubahan perilaku atau pola kebiasaan.
- Insomnia atau gangguan tidur.
- Kebosanan sebagai tanda depresi.
- Perubahan pola makan.
- Perilaku antisosial.
Jika tanda-tanda ini muncul, penting untuk segera mencari bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater.
Tinggalkan Balasan