“Kalau pemerintah memberikan penghargaan, tentu kita bersyukur. Tetapi tidak boleh kita meminta untuk dianggap sebagai pahlawan nasional,” katanya.

Sementara itu, dalam sesi wawancara, Habib Umar bin Idrus Alhabsyi menjelaskan bahwa pelaksanaan haul tahun ini akan dikelola oleh keluarga atau keturunan Habib Idrus melalui Yayasan Masjid Al-Khairaat, bukan lagi berada di bawah koordinasi organisasi sebelumnya.

Tahun ini dilakukan oleh keluarga atau keturunan Habib Idrus melalui Yayasan Masjid Al-Khairaat, jadi bukan lagi dinaungi oleh PB, tetapi oleh Yayasan Masjid Al-Khairaat,” jelasnya.

Ia mengatakan, penunjukan yayasan tersebut tidak terlepas dari keberadaan makam Habib Idrus yang berada di kawasan Masjid Al-Khairaat, sehingga keluarga merasa memiliki tanggung jawab langsung dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kenapa Masjid Al-Khairaat? Karena kuburnya Habib Idrus itu di Masjid Al-Khairaat. Itulah yang membuat kami sebagai keluarga lebih merasa gembira dan bersemangat untuk melaksanakan kegiatan ini,” ungkapnya.

Umar menambahkan bahwa sejumlah nilai yang ingin ditonjolkan dalam kegiatan haul tahun ini adalah teladan akhlak, dakwah, pengabdian sosial, serta perjuangan Habib Idrus dalam membangun sistem pendidikan melalui jaringan madrasah dan pesantren.

“Fokus bagaimana membicarakan tentang akhlak Habib Idrus, bagaimana dakwahnya, sosialnya, perjuangannya, serta bagaimana beliau menata pendidikan yang begitu luar biasa. Itu yang ingin ditonjolkan kepada umat,” tuturnya.

Ia juga menekankan bahwa esensi dari peringatan haul adalah menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat.

“Bagaimana kita memberikan kemanfaat kepada masyarakat, memberikan sesuatu yang baik, memberikan akhlak yang baik serta pandangan-pandangan yang baik sehingga mereka pulang dengan kesan yang baik,” pungkasnya.

Umar juga menyinggung suasana dalam pelaksanaan haul yang menurutnya harus terasa menenangkan dan penuh keberkahan. Menurutnya, jika kegiatan dilaksanakan dengan niat yang benar serta berfokus pada teladan para ulama, masyarakat akan merasakan ketenangan saat menghadirinya.

“Setiap kita berbicara tentang hamba-hamba Allah yang dekat kepada-Nya, seharusnya suasananya teduh. Kalau yang kita rasakan justru panas dan membuat orang ingin meninggalkan tempat, berarti ada sesuatu yang masih kurang,” pungkasnya.

Pelaksanaan Haul Habib Idrus bin Salim Al-Jufri tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang peringatan tahunan, tetapi juga menjadi ruang memperkuat kembali nilai-nilai dakwah, pendidikan, dan akhlak yang diwariskan sang ulama kepada masyarakat luas.