Tidak hanya itu, fasilitas umum vital seperti sekolah dan rumah ibadah juga tak luput dari dampak guncangan. Akibatnya, ribuan jiwa kini harus tinggal di tenda-tenda pengungsian dengan kondisi yang masih terbatas.

“Warga masih bertahan di posko pengungsian karena gempa susulan masih terus terjadi. Hingga pagi ini kami mencatat ada 96 kali gempa susulan,” terang Akris, memberikan gambaran situasi terkini yang masih mengharuskan warga untuk tetap waspada.

“Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada, namun tidak panik, dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan.”Tim gabungan dari BPBD Provinsi Sulteng, BPBD Kabupaten Poso, aparat desa, dan relawan setempat telah bahu-membahu melakukan asesmen cepat, evakuasi, dan pendistribusian bantuan di lokasi terdampak.

Selain penyaluran logistik, BPBD Provinsi juga terus menjalin koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta dinas-dinas teknis di provinsi.

Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi dapat segera terpenuhi dan langkah-langkah pemulihan pascabencana dapat berjalan efektif.Akris Fattah Yunus menegaskan kembali komitmen Pemerintah Provinsi Sulteng untuk selalu hadir dan bergerak cepat dalam setiap fase penanganan bencana.

Ini mencakup seluruh tahapan, mulai dari tanggap darurat, masa transisi, hingga fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Tujuannya adalah untuk memastikan masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan kembali beraktivitas normal.