Palu, Sultengekspres.com – Pengurus Besar yayasan Al Khairaat, menggelar rapat persiapan pelaksanaan Haul Habib Idrus bin Salim Al-Jufri, Jumat (13/03) di sekretariat PB Al Khairaat, guna membahas persiapan teknis kegiatan, penguatan nilai dakwah dan pendidikan yang diwariskan pendiri Al-khairaat, hingga penegasan posisi keluarga dalam penyelenggaraan haul tahun ini.
Habib Idrus bin Ali Alhabsyi menekankan pentingnya menjaga niat dan akhlak dalam penyelenggaraan haul, terlebih kegiatan tersebut berlangsung pada bulan Ramadan.
Ia mengingatkan agar tidak muncul fitnah, konflik, ataupun kepentingan lain yang dapat mencederai nilai spiritual dari kegiatan tersebut.
“Ini kurang bagus, ini kurang baik. Apalagi di bulan Ramadan, kita mau melakukan hal-hal fitnah seperti itu. Ini harus beristighfar, harus bertobat kita kepada Allah dengan sesuatu yang tidak baik,” tegasnya.
Kata dia, sosok Habib Idrus bin Salim Al-Jufri meninggalkan teladan besar bagi umat, terutama dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sehingga kata dia, kegiatan Haul seharusnya menjadi momentum untuk meneladani perjuangan dan keikhlasan Gurut Tua.
“Habib Idrus dikenang karena perjuangannya mengajar, berdakwah, dan berjuang dengan ikhlas. Kisah hidup beliau menjadi inspirasi bagi banyak orang hingga saat ini,” ujarnya.
Habib Muchsen menyebutkan, beberapa kebutuhan logistik telah disiapkan, termasuk hewan kurban dan konsumsi bagi para jamaah yang diperkirakan hadir dalam jumlah besar.
“Dalam laporan awal, disebutkan sejumlah sapi telah dipersiapkan untuk kebutuhan konsumsi jamaah, sementara sekitar 70 ribu dos konsumsi juga telah disiapkan. Selain itu, dapur umum direncanakan kembali ditempatkan di area pondok seperti pada pelaksanaan haul sebelumnya,” katanya.
Muchsen menegaskan, relawan akan menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan haul selama ini banyak ditopang oleh partisipasi sukarela masyarakat.
Dalam rapat itu juga muncul pembahasan mengenai wacana pengusulan Habib Idrus bin Salim Al-Jufri sebagai pahlawan nasional. Ia menegaskan bahwa keluarga maupun pengikut ajaran Habib Idrus tidak pernah secara aktif meminta atau mengusulkan gelar tersebut.
Muchsen menilai pengakuan terhadap jasa seseorang seharusnya datang secara alami dari pemerintah dan masyarakat, bukan melalui permintaan.





Tinggalkan Balasan