Wagub Reny menegaskan, pelayanan KB tidak boleh hanya bersifat menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi harus dilakukan secara aktif melalui pelayanan bergerak atau jemput bola, terutama bagi masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses.

Salah satu bentuk pelayanan tersebut dilakukan di Pelabuhan Wani dengan dukungan mobil unit pelayanan KB serta pelayanan kesehatan melalui kapal Rumah Sakit dr. Lie Dharmawan Bayan Peduli milik Yayasan DokterSHARE.

Dalam kegiatan tersebut, Wagub Reny turut mendampingi Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka dalam meninjau langsung fasilitas pelayanan kependudukan dan keluarga berencana.

Pelayanan terpadu tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat memperoleh akses kontrasepsi, konsultasi kesehatan reproduksi, serta meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya perencanaan keluarga yang sehat.

Baik pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap penguatan pelayanan KB wilayah khusus dapat menekan angka kehamilan berisiko tinggi, mengurangi dampak 4T, serta mempercepat upaya pencegahan stunting di Sulawesi Tengah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara Nuryamin, S.TP., M.M., Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Donggala Drs. Isngadi, M.AP., Direktur Bina Pelayanan KB Wilayah Khusus Kemendukbangga/BKKBN Farah Adibah, S.IP., M.Si., Direktur Rumah Sakit Kapal dr. Lie Dharmawan Bayan Peduli Yayasan DokterSHARE, unsur pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan terkait.

Melalui penguatan layanan KB hingga wilayah khusus, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong terwujudnya keluarga yang sehat, berkualitas, dan bebas dari risiko stunting.