Teknologi, sultengekspres.com – Dua astronaut NASA, Butch Wilmore dan Suni Williams, telah kembali ke Bumi setelah tinggal sembilan bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Mereka mendarat menggunakan kapsul SpaceX di lepas pantai Florida, Amerika Serikat. Meski perjalanan tersebut berhasil, tantangan besar menunggu keduanya di planet asal mereka.
Selama berada di luar angkasa, tubuh mengalami perubahan drastis akibat kurangnya gravitasi. Misalnya, kehilangan kepadatan tulang secara signifikan dan penyusutan otot, termasuk otot jantung, akibat aktivitas tubuh yang jauh berkurang.
Bahkan, bentuk bola mata dapat berubah karena penumpukan cairan di kepala, yang juga menyebabkan penglihatan terganggu.
Mengutip astrofisikawan Alan Duffy, astronaut di ISS juga merasakan hidung seperti tersumbat flu sepanjang waktu akibat akumulasi cairan di kepala.
Tantangan lainnya meliputi penurunan volume darah, risiko penggumpalan, serta perlambatan aliran darah.
Pemulihan mereka memerlukan perawatan fisik yang intensif, serupa dengan pasien yang bangun dari koma.
Faktor psikologis tak kalah berat. Menurut Brad Tucker, proses rehabilitasi yang melelahkan ini bisa berdampak negatif pada kondisi mental astronaut.
Namun, penelitian tentang pemulihan astronaut dapat memberikan wawasan baru untuk perawatan medis di Bumi.
Selain itu, astronaut menghadapi ancaman radiasi luar angkasa yang meningkatkan risiko kanker.
Sebagai solusi, para ilmuwan tengah mencari teknologi pelindung untuk misi jangka panjang ke Bulan dan Mars.
Menariknya, astronaut yang kembali sering mengeluhkan kulit sensitif seperti bayi. Hal ini terjadi karena pakaian di luar angkasa tidak bersentuhan langsung dengan kulit, berbeda dengan di Bumi.
Tinggalkan Balasan