Peresmian Jembatan Berani oleh Gubernur Sulteng, Anwar Haafid
Peresmian Jembatan Berani oleh Gubernur Sulteng, Anwar Haafid. FOTO: Biro Adpim

Anwar Hafid juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program Berani Cerdas sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memperluas akses pendidikan bagi generasi muda.

“Kalau ada anak-anak yang kuliah di mana saja, di Jawa, Bali, atau di tempat lain, tolong sampaikan kepada kami. Kita data agar bisa mendapatkan Berani Cerdas,” katanya.

Menurut Gubernur, keberadaan jembatan memiliki makna yang lebih luas dari sekadar infrastruktur penghubung.

Jembatan menjadi sarana yang menghubungkan aktivitas masyarakat, memperlancar perekonomian, serta membuka akses menuju layanan pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya.

“Jembatan bukan sekadar bentangan konstruksi. Jembatan adalah penghubung aktivitas masyarakat, penggerak perekonomian, sekaligus pembuka akses terhadap berbagai pelayanan dasar,” jelasnya.

Usai peresmian, Gubernur berdialog langsung dengan masyarakat Desa Masungkang untuk mendengarkan aspirasi, kebutuhan, dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan paket sembako kepada warga sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terhadap masyarakat.

Turut hadir mendampingi Gubernur, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah Ir. Sry Nirwanti Bahasoan, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Ir. H. Moh. Ramli Tongko, S.Sos., S.T., M.Si., unsur Forkopimda Kabupaten Banggai, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, serta kepala perangkat daerah terkait.

Melalui pembangunan Jembatan Berani, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya bahwa pembangunan infrastruktur harus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam memastikan tidak ada lagi anak-anak yang kehilangan kesempatan belajar karena keterbatasan akses.