Ulfa mengaku heran dengan pelayanan di RS Madani tang tidak mau melayani pasien Bumil, sementara pasien umum diberikan pelayanan yang baik.

“Kalau pelayanan lainnya bagus, cuma kalau untuk yang Bumil untuk malam hari itu tidak di Madani, jdi pelayanan di RS Madani sangat tidak maksimal,” tegasnya.

Kata dia, untuk tidak merugikan waktu masyarakat terutama Bumil, sebaiknya pihak RS memasang papan pengumuman bahwa Bumil tidak dapat dilayani.

“Kalau memang tidak bisa dengan alasan dokter spesialis tidak ada buat saja penyampaian bahwa Madani tidak menerima pasien Bumil pada malam hari karena dokter spesialisnya tidak ada,” tandasnya.

Menurut Ulfa, seorang dokter spesialis mana mungkin tidak berada di tempat hingga waktu yang cukup lama apalagi sampai bertahun-tahun.

“Masa iya sampai 2-3 tahun tidak ada dokter spesialisnya. Jadi harapan saya supaya pemerintah harus menyiapkan dokter spesialis di RS Madani tang dapat melayani pasien Bumil malam hari,” ujarnya.

Memang kata Ulfa, RS Madani bukan gawean dari DPRD Kota Palu, namun yang di layani oleh RS Madani adalah pasien yang berasal dari dalam Kota Palu, bukan dari luar kota, karena disetiap daerah di Sulteng memiliki RS masuk masing-masing.

“Jangan lupa kalau pasien yang paling banyak di rawat di RS Madani itu masyarakat Kota Palu,” pungkasnya.