Menurut Anwar, peluang kerja sama tersebut perlu terus diperluas agar investasi yang masuk memberikan dampak lebih besar bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan nilai tambah produk daerah.

“Investasi bukan hanya tentang penanaman modal, tetapi juga membangun kepercayaan, berbagi teknologi, menciptakan lapangan kerja, dan mewujudkan kesejahteraan bersama,” ujar Anwar.

Untuk menarik investor dari Tiongkok, Pemprov Sulteng menawarkan kepastian hukum, kemudahan perizinan serta kawasan industri yang mendukung kegiatan investasi.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat hubungan ekonomi Sulawesi Tengah dengan Sichuan sekaligus membuka peluang baru bagi Sulteng menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.