Palu, Sultengekspres.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong sektor pertanian sebagai salah satu kekuatan utama dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Salah satu langkah yang dikedepankan Gubernur Anwar Hafid adalah penguatan program BERANI Panen Raya.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani. Pemprov Sulteng menargetkan produksi padi dapat meningkat hingga sekitar 6 ton per hektare.
Anwar menilai panen raya tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan produksi pangan terus meningkat dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
“Panen raya yang kita lakukan hari ini adalah bukti nyata implementasi Program 9 BERANI,” kata Anwar saat menghadiri panen raya di Kabupaten Sigi.
Menurutnya, petani merupakan salah satu ujung tombak ketahanan pangan. Karena itu, pemerintah perlu memberikan dukungan melalui penyediaan sarana produksi, pendampingan, pengembangan infrastruktur pertanian hingga pembukaan lahan baru.
Upaya tersebut juga berjalan seiring dengan program nasional penguatan ketahanan pangan. Pemprov Sulteng pada 2025 mendapat target cetak sawah baru seluas 10.000 hektare, termasuk sekitar 1.200 hektare di Kabupaten Sigi.
Selain meningkatkan produksi, pemerintah juga menekankan pentingnya memastikan hasil panen memberikan keuntungan yang layak bagi petani. Dalam dokumen perencanaan daerah, BERANI Panen Raya diarahkan pada peningkatan hasil panen sekaligus memberikan jaminan harga jual yang lebih baik.
Anwar berharap penguatan sektor pertanian melalui BERANI Panen Raya mampu menjadikan Sulawesi Tengah semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan.
Dengan strategi tersebut, pertanian tidak hanya menjadi sektor produksi, tetapi juga menjadi salah satu fondasi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sulteng.





Tinggalkan Balasan