Walatana Ditargetkan Jadi Role Model
Anwar menilai Walatana memiliki modal awal untuk dikembangkan menjadi pusat pertanian modern berbasis organik.
“Pertanian organik dan pertanian milenial seperti ini harus kita dorong. Saya berharap Walatana bisa menjadi role model pertanian di Sulawesi Tengah,” katanya.
Ia menegaskan Sulteng tidak harus meniru seluruh sistem pertanian negara lain. Prinsip-prinsip yang sesuai dapat diadaptasi dengan kondisi dan kebutuhan daerah.
Menurutnya, penguatan bibit dan hilirisasi menjadi salah satu kunci. Jika petani mampu memproduksi bibit secara mandiri dan didukung teknologi, riset serta sistem pemasaran yang baik, maka produktivitas sekaligus pendapatan petani dapat ditingkatkan.
Pemerintah juga akan mendorong kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha dan para ahli untuk menemukan pola pengembangan pertanian yang paling sesuai bagi Sulawesi Tengah.
“Kalau Walatana ini kita dorong dengan riset, bibit yang baik, teknologi, pasar dan hilirisasi, saya yakin ini bisa menjadi contoh yang dapat kita kembangkan di daerah lain,” pungkasnya.
Panen raya tersebut turut dihadiri Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Moh. Irfam Sukarna, Rektor Universitas Islam Alkhairaat, Ketua Umum PB Al-Khairaat Habib Sayyid Alwi bin Saggaf Aljufri, jajaran Banom Al-Khairaat, Satgas Swasembada Pangan, kepala perangkat daerah terkait serta masyarakat Dolo Selatan.
Pemprov Sulteng berharap pertanian Walatana berkembang dari sekadar kegiatan budidaya menjadi ekosistem pertanian terintegrasi, mulai dari pembibitan, produksi, pengolahan, pemasaran hingga hilirisasi.
Dengan model tersebut, pertanian diharapkan tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga melahirkan petani yang mandiri, adaptif terhadap teknologi, ramah lingkungan dan semakin sejahtera.





Tinggalkan Balasan