Pemprov Sulteng menyiapkan 550 unit tenda terpal serta bantuan selimut dan tenda portable. Selain itu, sekitar 650 paket sembako disalurkan kepada masyarakat terdampak. Data sementara mencatat sekitar 550 kepala keluarga mengalami dampak pada tempat tinggal mereka.
Untuk mengatasi krisis air bersih, Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Sulteng akan memasok air setiap hari hingga sumber air warga kembali normal.
Pemerintah juga melakukan pendataan dan asesmen terhadap rumah warga untuk menentukan tingkat kerusakan. Hasil pendataan tersebut nantinya menjadi dasar penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Anwar meminta masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, namun tidak panik. Ia mengimbau warga mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.
Pemprov Sulteng memastikan penanganan darurat terus dilakukan bersama pemerintah daerah, aparat keamanan dan lembaga terkait hingga kondisi masyarakat terdampak kembali aman dan normal.





Tinggalkan Balasan