Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menyerap hasil produksi petani sebagai bagian dari upaya memperkuat cadangan pangan nasional yang dikelola oleh BUMN pangan.

Data dari Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa proyeksi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada kuartal I 2025 diperkirakan mengalami peningkatan signifikan.

Produksi jagung diproyeksikan mencapai 4,81 juta ton pada kuartal I 2025, naik sebesar 1,4 juta ton atau 41,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Rinciannya, produksi diperkirakan mencapai 1,33 juta ton pada Januari, 1,39 juta ton pada Februari, dan 2,08 juta ton pada Maret 2025.

Kebijakan kenaikan HPP jagung ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kesejahteraan petani dan optimalisasi penyerapan produksi jagung oleh Bulog.

Dengan dukungan kebijakan ini, diharapkan sektor pertanian nasional akan semakin berkembang, dan stabilitas harga pangan dapat terjaga di tengah fluktuasi pasar global.

Langkah ini juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam menyeimbangkan kepentingan petani, konsumen, dan keberlanjutan pasokan pangan.