Ia menegaskan bahwa masyarakat Sulteng merupakan satu keluarga besar yang harus saling membantu. Karena itu, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan kelompok tertentu.
Anwar mengajak seluruh pihak menjadikan Sulawesi Tengah sebagai rumah bersama yang harus dijaga dan dibangun secara gotong royong.
Dalam bagian lain pidatonya, Anwar menyampaikan pesan khusus bagi masyarakat yang berada di wilayah terpencil dan masih menghadapi tekanan ekonomi.
“Bersama untuk menyelamatkan saudara-saudara kita,” tegasnya.
Bagi Anwar, peringatan HUT ke-62 Sulteng bukan sekadar seremoni, tetapi harus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah pada akhirnya bermuara pada satu tujuan: meningkatkan kesejahteraan dan membahagiakan masyarakat Sulawesi Tengah.





Tinggalkan Balasan