“Terima kasih atas informasi dan saran teman-teman. InsyaAllah, semua ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami,” ujar Salman.
Senada dengan itu, Kasipenkum Kejati Sulteng, Muhammad Fikri, menyambut positif terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap pertemuan serupa dapat terus dilaksanakan dengan format diskusi yang lebih mendalam sehingga komunikasi antara kejaksaan, media, dan masyarakat sipil semakin terbuka.
“Kami juga butuh informasi dan pengawalan yang membangun dari teman-teman, dalam rangka penegakan hukum yang berkeadilan. Semoga kita semua tetap dalam lindungan Allah SWT,” ungkap Fikri.
Lebih dari sekadar ajang silaturahmi, program “Jum’at Berkah” diharapkan menjadi salah satu ruang strategis untuk membangun kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Keterlibatan media dan LSM dinilai penting dalam menghadirkan fungsi kontrol sosial, menyampaikan informasi kepada masyarakat, sekaligus memberikan masukan konstruktif terhadap pelaksanaan penegakan hukum.
Melalui sinergitas tersebut, Kejati Sulteng menegaskan komitmennya untuk terus membangun hubungan kemitraan yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat. Transparansi, keterbukaan informasi, dan pengawasan publik diharapkan dapat berjalan beriringan demi terwujudnya penegakan hukum yang profesional, berintegritas, dan berkeadilan di Sulawesi Tengah.





Tinggalkan Balasan