Palu, Sultengekspres.com — Karsa Institute bersama Digiglo and Co terus mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui Program Kelompok Usaha Bisnis Inklusif 2.0 (KUBIK 2.0).

Salah satu rangkaian program tersebut berupa Lokakarya Tren dan Penguatan Kewirausahaan yang digelar di Satriya Meeting Room, Karsa Institute, Jalan Tanggul Selatan, Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, 27–28 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti 23 peserta dengan beragam latar belakang disabilitas.

Fasilitator sekaligus mentor PT Digiglo Inovasi Cipta, Asi Gumilang, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar pelatihan satu kali, tetapi menjadi bagian dari proses penguatan kapasitas yang akan dilanjutkan melalui pendampingan sesuai kebutuhan peserta.

“Program ini tidak diarahkan sebagai pelatihan satu kali, melainkan bagian dari proses penguatan kapasitas yang akan diteruskan melalui pendampingan sesuai kebutuhan setiap individu,” ujar Asi, Jumat (28/8).

Lokakarya membahas empat materi utama, yakni tren bisnis dan peluang usaha, literasi keuangan, strategi pemasaran dan pemasaran digital, serta penyusunan ide bisnis.

Peserta juga diajak memetakan potensi yang dapat dikembangkan menjadi usaha. Sejumlah ide yang muncul antara lain usaha kuliner, peternakan, bengkel, jasa cuci motor hingga kerajinan.

Selain pengelolaan modal, omzet, biaya dan laba, peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan WhatsApp, Instagram, Facebook dan TikTok untuk memperluas pemasaran.

Karsa Institute dan Digiglo and Co menyiapkan pendampingan lanjutan dengan pendekatan berbeda sesuai kondisi peserta. Mereka yang telah memiliki usaha akan diperkuat dalam manajemen, keuangan dan pemasaran, sementara peserta yang baru memiliki gagasan akan dibantu melakukan validasi produk dan uji pasar.

KUBIK 2.0 dirancang sebagai program berkelanjutan melalui tahapan pemetaan, pendampingan, praktik, pemantauan dan evaluasi.

Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi dari kemampuan penyandang disabilitas mengubah potensi menjadi peluang usaha dan pada akhirnya mencapai kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.