Kata Basir, setelah mendapat izin produksi dan barkod dari BPOM, pihaknya langsung melakukan memproduksi, sehingga tawaran kerja sama dari berbagai negara seperti Jepang, langsung di iyakan.

Dirinya mengaku, untuk mendapatkan izin dari BPOM sangat susah, karna harus melalui beberapa tahapan seperti uji laboratorium dan lain-lain.

“Untuk mendapatkan izin produksi dari BPOM itu sangat susah, namun setelah berbagai persyaratan yang di minta kami lakukan, Alhamdulillah izin itu kami dapatkan dan kami bisa melakukan produksi serta penjualan produk,” ujarnya.

Launching perdana PT Kelo I Mangge, di hadiri Wakil Walikota Palu, kepala BPOM Palu, dan para tokoh masyarakat.

Usai di launching, masyarakat langsung menyeroboti gerai penjualan yang di sediakan oleh manajemen, karena produk yang ditawarkan dengan harga tidak merobek kantong.

Untuk satu produk kelor di awal penjualan di hargai antara Rp 35 ribu hingga Rp 100 ribu lebih.