Palu, Sultengeskpres.com – PT. Kelo I Mangge, satu-satunya distributor produk kelor pertama di Indonesia, khususnya Sulawesi Tengah, yang memproduksi kelor secara langsung tanpa bahan kimia lainnya, dan mendapat pengakuan izin produksi dari Balai Pengawasan Obat dan Makan (BPOM) Palu.

Sebagai satu-satunya perusahaan produksi kelor di Indonesia, Senin (16/2) manajemen PT Kelo I Mangge, di launching oleh Wakil Walikota Palu Imelda Liliana Muhidin Said.

Komisaris utama PT Kelo I Mangge, Ir. Abdul Basir Tanase mengatakan, PT Kelo I Mangge hanya memproduksi kelor merah untuk di jadikan berbagai produk obat, makanan dan minuman untuk kesehatan.

“Kita memproduksi kelor merah yang hanya satu-satunya ada di Indonesia. Kelor ini memiliki warna merah di bagian pelepah (ranting),” ujarnya saat memberi sambutan launching perdana PT. Kelo I Mangge, yang beralamat di Jalan Bulu Masomba, Kota Palu, Senin (16/2).

Basir mengatakan, sebelum melaounching produk tersebut, PT. Kelo I Mangge, terlebih dulu melakukan uji laboratorium, di BPOM Palu, sehingga dalam pemasaran produk tidak menemui kendala.

Dirinya mengaku banyak investor yang meminta untuk melakukan kerjasama, namun masih ditolak, karena PT. Kelo I Mangge, baru pertama kali memproduksi kelor sebagai obat, makanan, dan minuman

“Kami pernah ditawari dari berbagai negara untuk kerjasama namun selalu kami tolak karena saat itu belum memiliki izin produksi dari BPOM Palu,” ungkapnya.

Kata Basir, setelah mendapat izin produksi dan barkod dari BPOM, pihaknya langsung melakukan memproduksi, sehingga tawaran kerja sama dari berbagai negara seperti Jepang, langsung di iyakan.

Dirinya mengaku, untuk mendapatkan izin dari BPOM sangat susah, karna harus melalui beberapa tahapan seperti uji laboratorium dan lain-lain.

“Untuk mendapatkan izin produksi dari BPOM itu sangat susah, namun setelah berbagai persyaratan yang di minta kami lakukan, Alhamdulillah izin itu kami dapatkan dan kami bisa melakukan produksi serta penjualan produk,” ujarnya.

Launching perdana PT Kelo I Mangge, di hadiri Wakil Walikota Palu, kepala BPOM Palu, dan para tokoh masyarakat.

Usai di launching, masyarakat langsung menyeroboti gerai penjualan yang di sediakan oleh manajemen, karena produk yang ditawarkan dengan harga tidak merobek kantong.

Untuk satu produk kelor di awal penjualan di hargai antara Rp 35 ribu hingga Rp 100 ribu lebih.