“Yang kami inginkan setiap Posyandu bisa dibantu dengan sound system, karena setiap ada kegiatan, kader-kader kalau mau panggil bayi, balita, ibu hamil bahkan lansia kadang tidak tidak baku dengar karena tidak ada sound system jadi itu yang kami minta bantuan biar hanya yang kecil saja yang penting bisa untuk pengeras suara,” urainya.
Senada dengan ketua RT 1, Masria, salah seorang warga juga menyuarakan terkait kondisi posyandu yang jika ada kegiatan tidak kebagian tempat duduk (kursi), sehingga, mulai dari bayi (dan orangtuanya), balita, Ibu hamil, dan lansia terpaksa harus berdiri karena jumlah kursi yang kurang.
“Sya kader Posyandu anggrek, jadi di Posyandu ini jumlah pesertanya untuk balita ada 59 orang, kemudian lansia kurang lebih 63 orang, kalau datang bersamaan biasa kursinya tidak cukup, kadang ada yang masuk ke dalam rumah-rumah warga, ada yang berdiri, ada yang pergi ke rumahnya tetangga, jadi kursi sangat kami butuhkan,” katanya.
Masria juga meminta pengadaan matras, pasalnya setiap kali dirinya memeriksa ibu hamil, selalu menggelar kain.
“Jadi matras sangat kami butuhkan untuk pemeriksaan ibu hamil,” ujarnya.
Sementara Ketua RT 3 Muliati, meminta pengadaan lampu penerangan jalan, pasalnya ada sebagian jalan diwilayah RW 7 masih gelap, karena tidak memiliki lampu jalan.
“Lalu sudah ada, cuma sudah banyak yang rusak,” ujarnya.





Tinggalkan Balasan