Palu, Sultengekpres – Pedagang disepanjang jalan ST Hasanuddin, Kota Palu, mempertahankan mekanisme tentang parkir kendaraan disisi kanan jalan tesebut, melalui Rapat Dengar Pendapatan (RDP) dengan Komisi C, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, di ruang rapat utama gedung DPRD, Selasa (9/6).
Rapat yang di pimpin ketua Komisi C, Abdurahim Nasar Al’ Amri tersebut, dihadiri Dinas Perhubungan Kota Palu, dan puluhan pedagang di sepanjang jalan Hasanuddin.
Rusli, salah seorang perwakilan pedagang jalan Hasanudin dari rumah makan Seluna mengatakan, akibat terjadinya pelarangan parkir sisi kanan Jalan Hasanuddin, sehingga dalam satu dua bulan ini pendapatan RM Seluna mengalami penurunan omzet hingga 50 persen.
“Semenjak di larang parkir di sisi kanan jalan Hasanuddin, omzet kami sangat menurun sampai di bawah 50%, sehingga untuk menggaji karyawan pun kami sangat sulit oleh sebab itu mohon untuk mempertimbangkan kembali akses parkir yang sebelah kanan ini,” pintanya.
Sementara itu, pemilik RM Seluna Ko Rony mengetakan, dengan diberlakukannya penutupan sebelah kanan jalan Hasanuddin tersebut, secara otomatis omzet rumah makannya turun dratis.
“Kami hanya meminta solusi yang saling menguntungkan. Apalagi program Walikota selalu menyatakan mendukung pelaku usaha supaya perekonomian di palu ini bisa berjalan, apalagi sekarang negara ini tidak baik-baik saja,” ujarnya.
Apalagi kata dia, walaupun mendapat dukungan dari Walikota belum tentu omset bisa menutup untuk menggaji karyawan.
“Sebenarnya sya sudah tidak terlibat dengan urusan ini, cuma karena tidak ada solusi dari surat yang kami kirim ke pak wali belum ada tanggapannya, makanya terima kasih kami ditanggapi sama dewan,” katanya
Ko Roni mempersoalkan terkait parker di beberapa jalan nasional, jalan provinsi dan jalan yang ada didalam Kota Palu, seperti jalan Basuki Rahmat, jalan Moh. Hatta, dan jalan balaikota Selatan di lapangan Vatulemo yang dikilainya lebih parah cara para pengedara memarkirkan kendaraanya.





Tinggalkan Balasan