READNEWS.ID, OPINI – Musyawarah Provinsi KADIN Sulawesi Tengah yang akan digelar pada 20 Mei 2026 di Kota Palu bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan organisasi. Momentum ini merupakan titik penting untuk menentukan arah baru KADIN Sulawesi Tengah di tengah dinamika ekonomi, investasi, dan perubahan lanskap bisnis yang semakin kompetitif.
Sulawesi Tengah saat ini sedang berada pada fase pertumbuhan strategis. Potensi sumber daya alam yang besar, arus investasi yang terus meningkat, serta terbukanya berbagai sektor unggulan daerah menuntut hadirnya organisasi pengusaha yang kuat, modern, profesional, dan mampu menjadi jembatan kepentingan antara dunia usaha dan pembangunan daerah.
Dalam konteks itulah, saya memandang Ir. Gufran Ahmad, ST., MT merupakan figur yang paling relevan, tepat, dan layak memimpin KADIN Sulawesi Tengah ke depan.
Beliau memiliki rekam jejak yang tidak hanya kuat secara organisatoris, tetapi juga memahami secara nyata denyut dunia usaha, kebutuhan pengusaha lokal, serta tantangan investasi daerah. Kepemimpinan beliau selama ini menunjukkan bahwa KADIN tidak boleh menjadi organisasi eksklusif yang hanya diakses kelompok tertentu, melainkan harus menjadi rumah besar seluruh pengusaha Sulawesi Tengah — dari pelaku UMKM, pengusaha muda kreatif, hingga sektor usaha menengah dan besar.
Sudah saatnya KADIN dikelola dengan pendekatan profesional dan berbasis merit system. Organisasi ini harus diisi oleh orang-orang yang memiliki kapasitas, integritas, jejaring, dan semangat membangun daerah, bukan sekadar kepentingan kelompok ataupun elit tertentu.
KADIN juga harus tampil sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah. Peran organisasi pengusaha tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus mampu menjadi dinamisator lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di sektor-sektor strategis dan fundamental.
Sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, industri kreatif, hingga hilirisasi sumber daya lokal harus menjadi perhatian utama. KADIN perlu hadir langsung di tengah pelaku usaha sektor fundamental tersebut dengan menghadirkan iklim investasi yang sehat, membuka ruang kolaborasi, mempertemukan pelaku usaha dengan investor, serta membangun ekosistem bisnis yang produktif dan berkelanjutan.





Tinggalkan Balasan