Palu, Sultengekspres.com — Perjuangan masyarakat sekitar Pantoloan dan wilayah sekitarnya untuk mempertahankan layanan kapal penumpang milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) di Pelabuhan Pantoloan memasuki babak baru. Aspirasi tersebut kini mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Kota Palu melalui audiensi yang melibatkan unsur pimpinan daerah dan perwakilan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid, S.E. didampingi Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti Pettalolo, S.Sos., M.M menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mengawal dan memperjuangkan agar layanan kapal PELNI tetap beroperasi di Pelabuhan Pantoloan.
Ketua Perjuangan Masyarakat Pantoloan (PMP), Zulkarnain, S.T., yang memimpin delegasi masyarakat, menyambut positif sikap tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah mengubah cara pandang terhadap persoalan ini.
Isu pelayanan publik
Zulkarnain menilai persoalan ini seharusnya dipahami sebagai isu pelayanan publik, bukan sekadar persoalan batas wilayah administrasi. Keberadaan kapal PELNI dinilai strategis karena menjadi sarana transportasi bersubsidi yang banyak dimanfaatkan masyarakat menengah ke bawah untuk kebutuhan perjalanan antarwilayah, usaha, pendidikan, hingga kesehatan.
Menurut PMP, keberhasilan layanan transportasi laut tidak dapat diukur hanya dari aspek teknis pelabuhan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.

Dampak jika layanan dipindahkan
Berdasarkan kajian PMP, pemindahan layanan kapal ke lokasi lain berpotensi menimbulkan sejumlah dampak:
-
Jarak tempuh lebih jauh
Masyarakat harus menempuh perjalanan tambahan untuk mencapai pelabuhan baru.
Halaman





Tinggalkan Balasan