Parigi Moutong, Sultengekspres.com — Mengantisipasi ancaman banjir menjelang musim hujan, warga bersama Koramil 1306-11/Moutong melakukan normalisasi sungai sepanjang kurang lebih tiga kilometer di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong.

Kegiatan yang berlangsung pada 7 hingga 13 September 2026 itu menyasar aliran sungai mulai dari Desa Lobu hingga muara di Desa Moutong Timur. Pengerukan dilakukan menggunakan alat berat untuk mengatasi sedimentasi dan pendangkalan yang berpotensi menghambat aliran air ketika curah hujan meningkat.

Danramil 1306-11/Moutong Lettu Inf Hamdan Kaburito mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama dalam mengantisipasi potensi banjir di wilayah Moutong.

Normalisasi melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Kepala Desa Lobu Mahmud Hasan, Kepala Desa Moutong Timur Ihwan Malasugi, Kepala Desa Moutong Tengah Moh. Ridwan Haka, tokoh LSM Rustam Hj Husen, serta personel Babinsa yang mendampingi pengerjaan di lapangan.

Dukungan juga datang dari pemilik alat berat Yahya Lano dan Nawir bersama rekan-rekannya yang turut menyumbangkan ekskavator untuk mempercepat proses pengerukan.

Selama proses normalisasi, ekskavator digunakan mengangkat lumpur dan material sedimentasi dari dasar serta sisi sungai. Material hasil pengerukan kemudian ditumpuk di sekitar bantaran sungai.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran sungai sehingga air lebih mudah mengalir dan risiko luapan dapat ditekan saat hujan dengan intensitas tinggi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pembinaan teritorial Koramil 1306-11/Moutong. Melalui peran Babinsa di desa-desa, komunikasi dengan masyarakat terus dilakukan untuk mendeteksi berbagai persoalan di wilayah, termasuk potensi bencana akibat kondisi sungai.

Kolaborasi antara Koramil, pemerintah desa, masyarakat, tokoh masyarakat dan pemilik alat berat tersebut menunjukkan pentingnya gotong royong dalam menghadapi potensi bencana.

Dengan normalisasi sepanjang tiga kilometer ini, masyarakat berharap kondisi sungai lebih siap menghadapi musim hujan dan ancaman banjir di sejumlah desa dapat diminimalkan.