Selama proses normalisasi, ekskavator digunakan mengangkat lumpur dan material sedimentasi dari dasar serta sisi sungai. Material hasil pengerukan kemudian ditumpuk di sekitar bantaran sungai.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran sungai sehingga air lebih mudah mengalir dan risiko luapan dapat ditekan saat hujan dengan intensitas tinggi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pembinaan teritorial Koramil 1306-11/Moutong. Melalui peran Babinsa di desa-desa, komunikasi dengan masyarakat terus dilakukan untuk mendeteksi berbagai persoalan di wilayah, termasuk potensi bencana akibat kondisi sungai.

Kolaborasi antara Koramil, pemerintah desa, masyarakat, tokoh masyarakat dan pemilik alat berat tersebut menunjukkan pentingnya gotong royong dalam menghadapi potensi bencana.

Dengan normalisasi sepanjang tiga kilometer ini, masyarakat berharap kondisi sungai lebih siap menghadapi musim hujan dan ancaman banjir di sejumlah desa dapat diminimalkan.